Bioteknologi dan Bioekonomi

9 Dec, 2023

Featured article

Luasnya wilayah laut dan keanekaragaman biota laut di Indonesia menjadikan Indonesia berada di posisi yang tepat untuk mendapatkan manfaat dari pengembangan sektor ini dan berpotensi memimpin pengembangan sektor bioekonomi dan bioteknologi berbasis kelautan di kawasan ini. Sektor bioteknologi dan bioekonomi berbasis kelautan di Indonesia masih berada pada tahap awal pengembangan. Seiring dengan meningkatnya pemahaman tentang proses dan teknologi kelautan di Indonesia, akan ada lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan sektor bioteknologi dan bioekonomi berbasis kelautan yang dapat berkontribusi positif terhadap ketahanan pangan, kesehatan dan kesejahteraan manusia, kesehatan lingkungan, sumber energi terbarukan, dan penghijauan produk dan proses industri. Hasil-hasil ini dapat secara langsung berkontribusi dalam pencapaian SDGs.

Terdapat

beberapa isu dan tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan sektor ini

, seperti

  1. terbatasnya sumber daya manusia yang berkualitas, terutama peneliti dan insinyur;
  2. terbatasnya pendanaan dan infrastruktur pendukung untuk penelitian, pengembangan teknologi dan inovasi, termasuk untuk penjangkauan teknologi (komersialisasi);
  3. terbatasnya bioprospecting untuk menciptakan produk dari sumber daya hayati yang paling optimal;
  4. terbatasnya kapasitas industri pengolahan kelautan, terutama pada usaha kecil dan menengah yang terkait dengan akses terhadap informasi, teknologi, dan pendanaan; dan
  5. potensi limbah yang dihasilkan dari pengolahan komoditas kelautan.

Indonesia akan menyusun beberapa kebijakan untuk melakukan beberapa strategi terobosan

untuk mempromosikan bioteknologi dan bioekonomi. Kebijakan tersebut berfokus pada

  1. memperkuat ekosistem inovasi yang terkait dengan pengembangan sumber daya manusia, pendanaan, infrastruktur penelitian dan inovasi, dan komersialisasi teknologi/paten;
  2. memperluas bioprospecting untuk memasok sumber daya hayati yang paling potensial untuk menciptakan nilai tambah;
  3. mengembangkan rantai pasok bioekonomi dengan kolaborasi yang lebih luas dengan lembaga-lembaga yang telah bergerak di bidang bioteknologi kelautan di negara lain;
  4. memberikan insentif untuk menumbuhkan bisnis bioteknologi dan bioekonomi baru, termasuk melalui peningkatan rantai hulu dengan menerapkan sistem budidaya/panen berbiaya rendah;
  5. mempromosikan kemitraan peningkatan kapasitas dengan berbagai penyandang dana di berbagai sektor ekonomi biru; dan
  6. meningkatkan pengelolaan limbah di sektor bioteknologi dan bioekonomi, termasuk melalui pendekatan ekonomi sirkular.
Bappenas

undefined

Hak cipta © 2026 Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)