Pariwisata Bahari

8 Dec, 2023

Featured article

Pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk berkembang karena Indonesia memiliki kekayaan alam bahari yang luar biasa. Pada saat yang sama, industri ini memiliki tanggung jawab besar untuk menciptakan pengalaman positif bagi pelanggan dan masyarakat di mana industri ini beroperasi. Industri pariwisata bahari Indonesia yang sedang berkembang memiliki potensi untuk memberikan beragam manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan ekonomi, serta menjadi komponen jangka panjang yang berkelanjutan dari ekonomi biru Indonesia.

Namun,

pengembangan sektor pariwisata menghadapi beberapa tantangan

, termasuk

  1. peningkatan polusi di destinasi wisata yang mengubah keanekaragaman vegetasi dan ekosistem, serta menurunkan kualitas pengalaman wisata;
  2. fasilitas dan aksesibilitas yang terbatas;
  3. penurunan daya dukung destinasi;
  4. investasi yang terbatas;
  5. keterbatasan kapasitas masyarakat lokal, organisasi pengelola destinasi, industri, dan pemerintah dalam manajemen pariwisata berkelanjutan; dan
  6. keterbatasan pasokan sumber daya manusia yang berkualitas.

Untuk menghadapi tantangan - tantangan tersebut,

arah pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan dalam ekonomi biru Indonesia

meliputi

  1. menetapkan zonasi kawasan untuk kegiatan pariwisata;
  2. meningkatkan keterampilan pariwisata;
  3. memperkuat pengelolaan destinasi pariwisata yang berkelanjutan;
  4. memperluas penerapan standar industri pariwisata;
  5. meningkatkan fasilitas dan transportasi yang berkelanjutan di destinasi pariwisata;
  6. meningkatkan investasi pariwisata berkelanjutan;
  7. mengembangkan pariwisata bahari berbasis masyarakat yang berkelanjutan yang didukung oleh akses masyarakat terhadap wilayah pesisir; dan
  8. memperkuat keberlanjutan dan ketahanan rantai pasok pariwisata, termasuk untuk melibatkan masyarakat lokal, masyarakat adat dan industri pariwisata lokal, serta meningkatkan manfaat dari penerapan ekonomi sirkuler dalam rantai pasok pariwisata.
Bappenas

undefined

Hak cipta © 2026 Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)